Tampilkan postingan dengan label Tips Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

Resiko Minum Kopi Saat Kehamilan

Seperti yang kita tahu, kehamilan merupakan suatu hal yang sangat diidamkan oleh setiap pasangan di semua kalangan. Kehamilan ialah suatu kondisi dimana seorang wanita memiliki janin yang tumbuh di dalam rahimnya. Pada umumnya, setiap orang yang hamil akan merasakan beberapa hal yang wajar diantaranya morning sickness, mual, pusing, dan sensasi lain yang terjadi tergantung masing-masing wanita. Hal ini lumrah dirasakan oleh para wanita yang tengah hamil, karena menurut hukum medis, adanya benda asing yang ada di dalam tubuh akan menyebabkan respon yang berbeda.

Kehamilan sangat rentan terhadap hal-hal tertentu karena dapat mengganggu pertumbuhan janin yang ada di dalam rahim, untuk itu alangkah baiknya setiap wanita yang sedang mengandung atau sedang hamil harus benar-benar selektif dalam melakukan hal. Misalnya, tidak boleh terlalu capek atau lelah karena dapat mempengaruhi perkembangan janin, makan makanan yang bergizi agar janin tumbuh dengan sehat, minum minuman yang tidak mengandung unsur yang dapat beresiko terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Dalam hal ini contohnya ialah minum kopi. Banyak yang bertanya-tanya, apakah kopi beresiko terhadap kehamilan? Untuk itu, kami akan membahasnya secara lebih rinci tentang Resiko Meminum Kopi Saat Kehamilan.

Resiko Minum Kopi Saat Kehamilan
Ilustrasi ibu hamil sedang minum kopi © shutterstock

Secara umum, wanita yang sedang hamil tidak boleh mengkonsumsi kafein, namum belum ada bukti medis yang menunjukkan bahwa adanya larangan untuk mengkonsumsi minuman yang berkafein. Tetapi, ada beberapa survey yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara mengkonsumsi kopi dengan perkembangan janin saat kehamilan. Dalam hal ini, alasannya yaitu karena molekul kafein tersebut dapat dengan mudah melewati plasenta sehingga dapat masuk kedalam alisan darah janin. Namun pada survey ini, hanya dipastikan bahwa wanita yang mengkonsumsi kopi yang berlebihan saja yang dapat mengganggu perkembahan janinnya. Di bawah ini merupakan resiko apabila wanita hamil mengkonsumsi kopi yang berlebihan. Baca juga : 10 Mitos Tentang Kehamilan yang Harus Ibu Hamil Ketahui !

3 Resiko Meminum Kopi Saat Kehamilan


1. Keguguran

Hal ini sering terjadi pada awal masa kehamilan, bahkan wanita yang ingin program kehamilan pun disarankan untuk tidak mengkonsumsi minuman berkafein ini. Karena dikhawatirkan dapat berefek negatif pada janin yang dapat menyebabkan keguguran. Jadi untuk ibu-ibu yang sedang menjalankan program kehamilan sebaiknya kurangi minuman kopi ini, kalau perlu hindari.

2. Bayi Lahir Mati

Seorang wanita yang sedang hamil dan mengkonsumsi kopi berlebihan sangat beresiko pada kelahiran bayi mati, karena asupan gizi yang seharusnya masuk ke dalam aliran darah janin terganggu karena adanya molekul kafein yang dapat menerobos kedalam plasenta.

3. Bayi tidak berkembang dengan baik

Tentu saja dalam hal ini bekenaan dengan asupan gizi yang kurang, sehingga dapat mengakibatkan masalah pertumbuhan dan perkembangan saat janin, bahkan dapat juga bayi lahir dengan kecacatan.

Sekian artikel lengkap dari kami tentang Resiko Meminum Kopi Saat Kehamilan, sebaiknya untuk anda ibu-ibu mempertimbangkan kembali minum kopi saat hamil setelah membaca artikel ini. Baca juga : Cara Menghilangkan Stretch Mark Pasca Melahirkan Secara Alami

Waspadai Sakit Kepala yang Menyerang Ibu Hamil

Sakit kepala merupakan salah satu rasa sakit yang sangat lazim di rasakan oleh siapa saja. Mengingat banyaknya penyebab sakit kepala. Disaat merasakan sakit kepala tentunya kebanyakan orang selalu lari pada suatu obat yang bisa menyembuhkan rasa sakit yang menganggu aktivitasnya. Memang banyak di warung ataupun toko terdekat yang menjual obat sakit kepala yang bebas di jual tanpa resep dokter.

Obat-obatan tersebut memang bisa mengatasi rasa sakit kepala yang menyiksa. Namun sebagai seorang ibu hamil tidak bisa mengkonsumsi obat warung secara sembarangan. Mengingat ibu hamil juga harus memperhatikan kesehatan sang janinnya. Nah untuk itu seorang ibu hamil harus memilih obat sakit kepala untuk ibu hamil.

Solusi Sakit Kepala Untuk Ibu Hamil

Waspadai Sakit Kepala yang Menyerang Ibu Hamil
Ilustrasi sakit kepala pada ibu hamil © Shutterstock
Seorang ibu hamil memang sangat wajar mengalami rasa sakit kepala, terlebih lagi pada trisemseter pertama. Hal tersebut di akibatkan oleh perubahan metabolism di dalam tubuh seorang ibu hamil. Pada dasarnya rasa sakit kepala tersebut bisa dikatakan wajar, seorang ibu hamil hanya membutuhkan istirahat dari aktivitasnya. Namun yang menjadi masalah adalah jika ibu hamil terus-terusan merasakan sakit kepala yang mengganggu. Dengan demikian yang menjadi pertanyaan adalah apa obat sakit kepala untuk ibu hamil yang cocok dan aman dikonsumsi? Baca juga : 10 Mitos Tentang Kehamilan yang Harus Ibu Hamil Ketahui !

Seorang ibu hamil memang perlu melakukan banyak istirahat, dimana kegiatan tersebut juga demi kesehatan sang janin. Namun jika sang ibu hamil masih saja merasakan sakit kepala, ada baiknya ibu hamil segera berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan anda.. Tentunya bidan atau dokter kandungan akan memberikan obat sakit kepala untuk ibu hamil. Namun jika anda merasa tidak perlu mendatangi bidan ataupun dokter kandungan, sebaiknya jangan sembarangan mengatasi sakit kepala dengan obat-obatan tertentu. Mengingat obat sakit kepala yang beredar di pasaran banyak mengandung bahan kimia yang biasanya tidak cocok untuk seorang ibu hamil. Baca juga : Senam Yang Baik Untuk Ibu Hamil

Pemilihan obat sakit kepala untuk ibu hamil jika tidak diresepkan oleh dokter ataupun bidan adalah obat yang aman yaitu berupa paracetamol. Dimana obat ini tergolong aman di konsumsi oleh ibu hamil. Dan yang perlu di ingat oleh ibu hamil sebaiknya jangan mengobati sakit kepala dengan jenis obat ibuprofen, nurofen, ataupun aspirin. Ha itu dikaranakan obat tersebut akan mempengaruhi kesehatan sang janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun bisa jadi seorang dokter memberikan obat tersebut kepada ibu hamil, tentunya sang dokter memiliki pertimbangan tersendiri dalam menyembuhkan sakit kepala ibu hamil. Selain itu dosis nya pun juga sudah diperkirakan.

Selain mengkonsumsi obat-obatan yang berupa obat yang diresepkan oleh dokter sebaiknya memilih obat sakit kepala untuk ibu hamil yang alami. Salah satunya adalah menghindari pemicu yang bisa menyebabkan rasa sakit kepala, diantaranya stres, banyak kegiatan ataupun pekerjaan. Dengan mengetahui pemicu rasa sakit yang dialami ibu hamil tentunya bisa mencegah timbulnya rasa sakit kepala. Seorang ibu hamil perlu mengetahui beberapa pemicu rasa sakit kepala seperti terlalu stress, terlalu lelah dan juga kurang mengkonsumsi air putih. Selain pemicu tersebut juga terdapat beberapa pemicu yang bisa menimbulkan sakit kepala bagi ibu hamil, diantaranya adalah waktu tidur yang tidak terpenuhi atau juga mengkonsumsi makanan yang menjadi pemicu sakit kepala yaitu keju dan kafein. Baca juga : Obat Sakit Gigi Untuk Ibu Hamil

Terdapat beberapa cara yang bisa dijadikan sebagai obat sakit kepala untuk ibu hamil. Salah satunya adalah melakukan pengompresan dengan air hangat pada bagian pelipis, kening ataupun bagian mata. Selanjutnya ibu hamil juga melakukan pengompresan pada bagian leher dengan menggunakan air dingin. Hal itu bermaksud agar aliran darah menjadi lancar dan menjadi rileks. Selain itu, seorang ibu hamil sebaiknya menjadwalkan waktu istirahatnya dengan rutin. Mengingat seorang ibu hamil perlu waktu istirahat yang cukup. Nah itulah beberapa obat sakit kepala yang aman untuk ibu hamil. Semoga bermanfaat.

5 Cara Mencegah Kehamilan Paling Mudah dan Aman

Kehamilan adalah suatu anugerah Tuhan yang banyak ditunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Namun, terkadang jika pasangan tersebut sudah dikaruniai buah hati, beberapa dari mereka ingin dulu merawat buah hatinya dan mencegah dirinya untuk tidak hamil. Kira-kira apakah pasangan yang sudah menikah tetap bisa mencegah kehamilannya tanpa harus merasa tersiksa ketika hasrat seksnya mulai ada.

Tenang saja, bagi anda yang ingin menunda dulu kehamilannya, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah kehamilan. Simak informasi selengkapnya di bawah ini mengenai cara mencegah kehamilan paling mudah dan aman.

5 Cara Mencegah Kehamilan Paling Mudah dan Aman
Ilustrasi cara mencegah kehamilan dengan kondom © Shutterstock

Tidak Melakukan Hubungan Intim (Puasa)

Mungkin tips pencegahan kehamilan ini kurang tepat jika diperuntukkan bagi anda yang sudah menikah karena pasangan yang sudah menikah pastinya memiliki gairah seksual yang ingin dilampiaskan bersama pasangan tercinta. Ya, tips mencegah kehamilan ini lebih cocok untuk pasangan remaja yang ingin mencegah kehamilan. Cara mencegah kehamilan yang paling aman adalah dengan tidak melakukan hubungan intim. Bisa dilogika bukan? Bagaimana perempuan bisa hamil jika mereka saja tidak melakukan hubungan intim. Jadi, inilah tips yang paling aman untuk mencegah kehamilan. Baca juga : 10 Mitos Tentang Kehamilan yang Harus Ibu Hamil Ketahui !

Menggunakan Kondom

Kondom adalah alat pengaman ketika anda melakukan hubungan intim dengan pasangan. Dengan adanya kondom ini akan mencegah masuknya sperma ke dalam rahim sang perempuan. Memakai kondom adalah salah satu cara mencegah kehamilan yang mungkin bisa anda praktekkan. Meskipun tidak seratus persen aman dibandingkan dengan tidak melakukan hubungan seks, tetapi setidaknya dengan memakai kondom anda tetap bisa terpenuhi hasrat seksualnya dan tentunya anda juga tidak perlu khawatir akan hamil setelah melakukan hubungan intim dengan pasangan. Baca juga : Senam Yang Baik Untuk Ibu Hamil

Ejakulasi di Luar

Banyak orang yang sering mempraktekkan cara ini ketika mereka ingin mencegah kehamilan secara alami. Sperma adalah faktor mengapa kehamilan bisa terjadi. Ketika sperma tersebut tidak masuk pada rahim, tidak mungkin rahim perempuan akan memiliki janin. Makanya, bagi anda yang sedang mencari cara mencegah kehamilan selain tidak melakukan hubungan intm adalah mengeluarkan sperma di luar ketika anda berhubungan intim dengan pasangan. Ejakulasi diluar dirasa lebih aman dan tidak beresiko terhadap kehamilan.

Tidak Melakukan Hubungan Intim Ketika Masa Subur

Pastinya bagi anda pasangan yang sudah menikah, anda sudah pasti tahu apa itu masa subur. Masa subur adalah masa dimana rahim siap untuk dibuahi oleh sperma sehingga kehamilan pun bisa terjadi dengan cepat. Namun, ketika anda ingin mencegah kehamilan, anda juga wajib berpatok pada masa subur. Cara mencegah kehamilan adalah dengan tidak melakukan hubungan intim pada saat masa subur. Jadi, bagi anda perempuan yang belum ingin hamil, perhatikan menstruasi dan perhatikan masa subur agar kehamilan bisa tertunda sampai saat anda benar-benar menginginkannya. Baca juga : Waspadai 5 Tanda Awal Kehamilan Sebelum Telat Haid!

Menggunakan Alat Kontrasepsi (KB)

“Dua Anak Cukup”, itulah semboyan dari keluarga berencana ketika mencanangkan kepada masyarakat untuk tidak memiliki banyak anak. Tentunya hal ini juga berhubungan dengan cara mencegah kehamilan. Ketika anda tidak ingin hamil atau sedang menunda kehamilan, sebaiknya anda memasang alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi tersebut adalah salah satu alat untuk mencegah kehamilan yang tentu saja dianjurkan oleh dokter dan juga pemerintah.

Yang terpenting anda bisa memilih alat kontrasepsi yang cocok untuk tubuh anda sehingga hubungan suami istri anda dengan pasangan tidak terganggu. Jadi pilihlah pencegahan kehamilan yang menurut anda paling tepat untuk menjaga hubungan anda dan pasangan tetap harmonis. Pemerintah juga sudah menganjurkan kepada masyarakat agar memiliki 2 anak sudah cukup, jadi lebih baik di ikuti saja.
Semoga informasi tentang cara mencegah kehamilan di atas bermanfaat bagi para pembaca. 

10 Mitos Tentang Kehamilan yang Harus Ibu Hamil Ketahui !

Ibu hamil memang memiliki banyak sekali pantangan, biasanya tidak boleh makan sembarangan, beraktivitas terlalu  berat, hingga tidak boleh melakukan hubungan suami istri ketika hamil. Banyak sekali mitos yang beredar dimasyarakat kita jika ibu hamil tidak boleh ini, tidak boleh itu. Tahukah anda ternyata beberapa mitos tersebut tidaklah benar. 

Menurut data yang didapat dari beberapa sumber ternyata beberapa mitos tersebut tidaklah benar. Jika anda terlalu mempercayai mitos tersebut ditakutkan dapat berefek negatif pada bayi Anda. Untuk itu kami akan memberikan informasi tentang mitos tentang kehamilan untuk ibu hamil tentunya. Mau tau apa saja mitos tentang kehamilan tersebut? Mari kita simak dibawah ini :

10 Mitos Tentang Kehamilan

10 Mitos Tentang Kehamilan yang Harus Ibu Hamil Ketahui !
Ilustrasi ibu hamil © shutterstock

1. Masa Kehamilan Tidak Selalu 9 Bulan

Menurut beberapa penelitian tahun 2013, masa kehamilan setiap wanita tidak bisa dipastikan selama 9 bulan. Karena pada beberapa kejadian, hanya dalam usia 5 minggu saja seorang ibu hamil sudah bisa melahirkan. Seorang ibu hamil melahirkan biasanya tergantung dari usianya, berat badannya, berapa berat badan bayi saat lahir, dan faktor lainnya.

2. Berhubungan Seks Saat Hamil Dapat Membahayakan Janin

Pada sebagian besar kasus, berhubungan seks saat hamil biasanya tidak akan mempengaruhi bayi di dalam kandungan Anda. Akan tetapi, terdapat beberapa pengecualian terhadap pernyataan ini, yaitu bila plasenta (ari-ari) terletak di antara leher rahim dan vagina atau bila Anda beresiko tinggi untuk melahirkan secara prematur. Jadi, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda sebelum melakukan hubungan seks dengan pasangan jika Anda merasa khawatir. Baca juga : Posisi Tidur Yang Baik Untuk Ibu Hamil

3. Tidak Dapat Melahirkan Normal Lagi Setelah Operasi Caesar

Walaupun berbagai bukti memang telah menunjukkan bahwa melakukan persalinan normal setelah melakukan operasi Caesar sedikit lebih beresiko daripada kembali melakukan operasi Caesar, akan tetapi beberapa orang wanita tetap dapat melakukan persalinan normal setelah melakukan operasi Caesar asal ia memenuhi beberapa syarat tertentu. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai syarat apa saja yang harus dipenuhi.

4. Jenis Kelamin Bayi Tergantung Bentuk Perut Sang Ibu

Pada kenyataannya, tidak ada bukti ilmiah yang dapat menyatakan bahwa seseorang dapat menentukan jenis kelamin bayi berdasarkan pada bentuk perut sang ibu. Itu hanya mitos yang beredar saja. Untuk lebih pastinya silahkan melakukan USG di rumah sakit untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

5. Jika Ibu Menderita Penyakit Menular Seksual, akan Menular Pada Bayi

Keadaan ini sebenarnya tergantung pada jenis penyakit menular seksual yang diderita oleh sang ibu. Ada beberapa jenis penyakit menular seksual biasanya menular melalui darah, yang berarti menular melalui plasenta. Hal itu tentu saja dapat menular pada bayi. Akan tetapi, beberapa jenis penyakit menular seksual lainnya hanya dapat mebular ke bayi hanya melalui kontak langsung. Penyakit ini biasanya ditularkan pada bayi pada saat proses persalinan normal. Biasanya untuk menghindari hal tersebut dokter menganjurkan operasi ceasar agar tidak terjadi kontak langsung dengan pendarahan pada proses persalinan normal.

6. Tidak Boleh Berlari Saat Hamil

Terdapat berbagai hal yang dapat dilakukan oleh seorang wanita selama ia hamil, tergantung pada apa yang dapat ia lakukan sebelum hamil. Anda bahkan tetap dapat berolahraga saat hamil, akan tetapi pada tingkatan tertentu yang disesuaikan dengan usia kehamilan Anda. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai olahraga apa yang boleh Anda lakukan. Baca juga : Senam Yang Baik Untuk Ibu Hamil

7. Selesai Melahirkan Berat Badan akan Kembali Seperti Semula

Tahukah anda, Seorang wanita biasanya hanya akan mengalami penurunan berat badan sebanyak 5-7.5 kg setelah proses persalinan selesai, sedangkan berat badan yang naik mulai dari 12 - 17 kg. Jadi jika dikalkulasikan butuh hampir setahun untuk menurunkan kelebihan berat badan yang tersisa tersebut. Tips untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan anda mengikuti senam dan olahraga. Menyusui juga dapat membantu mempercepat proses penurunan berat badan Anda. Baca juga : 5 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan dengan Senam Yoga

8. Ibu Hamil Harus Makan Untuk Dua Orang

Ternyata, bayi yang sedang tumbuh di dalam rahim Anda tidak membakar kalori sebanyak yang Anda kira. Jadi, bila Anda telah mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, maka Anda hanya memerlukan sekitar 300 kalori tambahan saja, bisa anda dapat dari cemilan yang sehat tentunya.

9. Setiap Melahirkan Pasti Ibu Dapat Menyusui

Tahukah Anda? Dalam beberapa kasus ada ibu yang tidak dapat menyusui ketika selesai melahirkan. Dan hal tersebut membuat bayi susah untuk berkembang. Untung saja sekarang telah disediakan susu pengganti ASI agar bayi tetap sehat dan berkembang. Biasanya seorang ibu tidak dapat menyusui dikarenakan pernah melakukan operasi pada bagian payudaranya seperti memasang silikon atau lainnya. Jadi jika anda ingin tetap memberikan ASI kepada bayi Anda lebih baik tidak melakukan hal tersebut.

10. Makanan Pedas Dapat Membahayakan Nyawa Bayi

Mengkonsumsi makanan pedas tidak akan membahayakan nyawa bayi di dalam kandungan Anda, jadi Anda tidak perlu khawatir juga mengkonsumsi makanan pedas. Akan tetapi jangan terlalu berlebihan ditakutkan akan terjadi kontraksi pada rahim Anda yang dapat memicu persalinan dini.

Referensi : www.dokter.id

Cara Mengatasi Kesemutan Pada Ibu Hamil

Kesemutan pada ibu hamil tidak bisa anda sepelekan begitu saja karena kesemutan bisa saja menjadi tanda penyakit yang berbahaya, seperti diabetes mellitus. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh bumil ketika mereka merasa bagian tubuhnya kram atau kesemutan? Kesemutan pada bumil memang sering dianggap besar karena semakin besar usia kandungannya, maka cairan kehamilan bisa menekan saraf pada bagan tubuhnya, yang paling sering adalah daerah pergelangan tangan atau daerah lengan. Bagi bumil yang merasa khawatir karena kesemutan sering dirasakan, ada beberapa hal yang bisa meminimalisir kesemutan pada saat hamil.

Meminimalisir Kesemutan Pada Bumil

Cara Mengatasi Kesemutan Pada Ibu Hamil
Ilustrasi kesemutan pada ibu hamil © shutterstock

1. Istirahat Dengan Cukup
Ibu hamil memang bisa tetap melakukan aktivitas seperti biasa, tetapi ketika mereka merasa lelah, bumil harus segera beristrahat. Jika anda tetap mau melakukan aktivitas anda sampai selesai, hal tersebut malah bisa menganggu kenyamanan anda ketika beraktivitas, misalnya anda sering kesemutan. Kesemutan pada ibu hamil memang kerap terjadi apalagi jika usia kandungannya sudah tua. Salah satu hal yang bisa meminimalisir kesemutan pada bumil, hanyalah dengan beristirahat agar peredaran darah dalam tubuh kembali normal. Baca juga : Istirahatlah Yang Cukup Karena Itu Penting!

2. Memijat Badan
Kesemutan pada ibu hamil memang dikatakan tidak membahayakan, meskipun ada juga yang menganggap hal tersebut sebagai hal yang berbahaya jika bumil memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. Namun, walaupun dikatakan tidak berbahaya, ibu hamil tetaplah khawatir jika kesemutan terjadi berkali-kali, disamping memang kesemutan membuatnya merasa tidak nyaman. Agar kesemutan tidak sering terjadi ibu hamil bisa memberikan pijatan secara perlahan-lahan agar peredaran kembali lancar. Atau, bumi bisa meminta tolong orang lain untuk memijat bagian tubuh yang terasa kram.

3. Mandi Dengan Air Hangat Dan Garam
Ada pula cara lain yang bisa digunakan untuk menghilangkan kesemutan pada bumil. Cara ini cukup mudah dan sering dilakukan oleh beberapa ibu hamil.Kesemutan pada ibu hamil dapat diatasi dengan mudah dengan mandi dengan air hangat. Misalnya, jika anda mengalami kesemutan pada bagian tangan anda, rendamlah tangan dengan air hangat yang sudah dicampuri dengan sedikit garam. Kandungan garam dan air hangat tersebut nantinya akan membantu menghilangkan kesemutan anda. Namun, jika anda merasa kurang puas, anda mandi sekaligus berendam dengan air hangat yang tentunya sudah dicampuri oleh garam mineral. Simple bukan?

4. Rajin Olahraga
Siapa bilang olahraga tidak bisa dilakukan oleh bumil? Orang yang sedang hamil tetap bisa melakukan olahraga, tetapi olahraga yang dilakukannya adalah olahraga yang ringan. Salah satu olahraga yang cocok untuk bumil adalah yoga. Selain olahraga tersebut bisa melancarkan persalinan, yoga juga bisa menghilangkan kesemutan pada ibu hamil. Tentunya, jika ia rutin melakukan olahraga tersebut, peredaran darah akan menjadi lancar dan kesemutan tak akan sering terjadi pada dirinya. Ternyata gampang bukan mengatasi kesemutan pada bumil? Baca juga : 5 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan dengan Senam Yoga

5. Katakan Tidak Pada Kafein Dan Rokok Apalagi Alkohol
Mungkin, ada benarnya juga mengapa pada bungkus rokok sering tertulis rokok tidak baik untuk kesehatan ibu hamil. Nikotin pada rokok tersebut bisa menganggu peredaran darah sehingga kesemutan pada ibu hamil akan lebih sering terjadi. Tak hanya rokok saja, anda juga harus menghindari minum kopi dan mengkonsumsi alkohol jika anda ingin bayi anda sehat dan juga terhindar dari kesemutan. Kebiasaan buruk tersebut memang tak hanya harus dihindari oleh ibu hamil saja, tetapi orang yang ingin sehat juga wajib menghindarinya. Semoga informasi tentang cara mengatasi kesemutan pada bumil di atas bermanfaat bagi para pembaca. Baca juga : Apa Saja Pantangan Ibu Hamil? Ini Dia!